KETERAMPILAN MANAJERIAL PEREMPUAN

KETERAMPILAN MANAJERIAL PEREMPUAN

Dengan jam kerja yang 24 jam sehari, kebanyakan orang masih menganggap profesi ini sekedar kewajiban seorang istri. Padahal skill yang dibutuhkan luar biasa canggih.

Dua tahun terpenting dalam kehidupan manusia adalah di awal usianya. Dan di masa-masa emas tersebut ternyata bayi-bayi itu lebih banyak menghabiskan waktu di rumah bersama ibu. Kualitas sentuhan pendidikan yang ibu berikan di usia ini akan menentukan kualitas mereka hingga dewasa kelak.

Seorang ulama besar, seorang presiden, seorang direktur, hingga sang Jenius, semua tercipta karena dukungan dari keluarganya (tentu saja yang utama ibunya). Pengusaha ulet dan sukses kerap terlahir dari keluarga pedagang dan wiraswasta. Orang memiliki bekal agama yang kuat pun banyak dipengaruhi pendidikan masa kecilnya. Sebaliknya, mereka yang hidupnya tidak teratur, kotor dan tak menghargai lingkungan, hingga yang berakhlak burukpun ternyata menerima pelajaran-pelajaran buruk tersebut dari keluarganya.

Dalam sebuah perusahaan, sebuah proses manajerial dianggap telah selesai jika telah menghasilkan barang produksi sesuai target dalam kurun waktu tertentu. Di evaluasi di akhir tahun, untuk kemudian disusun kembali sistem manajemen berikutnya untuk produk selanjutnya.

Tetapi dalam sebuah keluarga, untuk satu produk manusia saja, proses manajemen terhadap dirinya tak akan pernah berhenti sebelum berhenti juga detak jantungnya. Proses dalam sebuah keluarga, yang jenis ‘produknya’ sebanyak jumlah anggota keluarga, berkesinambungan dari tahun ke tahun, saling mempengaruhi dan saling mendukung. Betapa sulitnya mengelola model manajemen seperti ini, sementara kualitas manajemen keluarga itulah yang akan menentukan kualitas anggotanya.

Ratusan keputusan setiap harinya

Apakah anak Anda bebas menonton setiap film yang dia inginkan? Apa yang ibu lakukan ketika untuk pertama kalinya mengetahui si Sulung mengambil uang tanpa ijin dari dompet? Haruskah ibu menerima tamu yang hendak menginap sementara tak ada uang untuk membeli lauk? Berapakah uang saku yang layak bagi anak?

Ada enam orang anggota keluarga, masing-masing memiliki makanan kegemaran dan pantangan, bagaimana Anda mengaturnya? Perlu ada perbaikan menyikapi suasana pagi yang serba tergesa-gesa dan kacau menjelang keberangkatan anak ke sekolah, bagaimana kiat ibu? Tawaran kredit dari tetangga begitu menggiurkan, akankah ibu memaksakan diri membeli kredit dengan alasan investasi perabot?

Persoalan keluarga sangat beragam, dari A sampai Z. Ibulah yang bertindak sebagai pengambil keputusan serta kebijakannya. Ratusan kebijakan-kebijakan kecil yang ibu putuskan dari hari ke hari, adalah ibarat potongan-potongan kecil puzzle yang saling melengkapi satu dengan yang lain, sehingga kelak akan menghasilkan susunan gambar indah dan sempurna. Jadi, sekeping kecil kebijakan remeh sekalipun, punya andil dalam menentukan gambar masa depan sebuah keluarga.
Beragam aspek manajemen keluarga

Ibu berusaha menghemat uang belanja bulan ini dengan maksud ditabung untuk membeli dispencer. Ibu pun menentukan memilih membeli panci yang harganya mahal dengan pertimbangan akan awet dalam kurun waktu sepuluh tahun daripada membeli murah tetapi hanya berumur satu dua tahun saja. Saat itulah ibu sedang melakukan pengaturan manajemen keuangan dalam rumah tangga.

Untuk menghindari kekacauan terjadi di pagi hari, ibu telah merancang persiapan semenjak malam harinya, dengan meracik sayuran yang akan ditumis keesokan paginya, memasukkan biskuit ke tempat bekal sekolah, hingga memastikan kesiapan kaus kaki sekolah anak yang biasanya lebih sering hilang ketika anak sedang sangat membutuhkannya. Ini satu bagian keahlian dari manajemen perencanaan yang harus dilakukan dalam rumah tangga.

Kemampuan ibu untuk menangani manajemen personalia keluarga pun dibutuhkan ketika ada begitu banyak pekerjaan yang harus dikerjakan, bisa tuntas jika dikerjakan bersama-sama. Si Sulung bertugas menyapu dan mengepel, anak kedua mengangkat jemuran dan melipatnya di keranjang, anak ketiga mengajak adik bayinya bermain, serta ayah membacakan cerita menjelang tidur. Ini semua menghemat 20% tenaga ibu.

Ada ibu yang memiliki putra enam orang tetapi masih sempat mengikuti kursus bahasa Arab serta membaca buku setidaknya setengah jam setiap harinya. Tetapi ibu yang lain yang baru berputra satu menghabiskan waktu seharinya hanya untuk masak, cuci, setrika serta ngerumpi. Keahlian mengatur manajemen waktu yang berbeda dari dua orang ibu tersebut, tentu saja akan menghasilkan kualitas keluarga yan berbeda pula.
Yang terjadi setiap hari dalam rumah tangga ternyata sama seperti beragam persoalan yang dihadapi perusahaan. Berbagai aspek manajemen ternyata harus dihadapi seorang ibu rumah tangga.

Tanpa gaji

Inilah satu-satunya profesi penting yang tidak memiliki gaji. Dengan jam kerja yang 24 jam sehari, kebanyakan orang masih menganggap profesi ini sekedar sebagai kewajiban seorang istri. Jangankan upah, penghargaan berupa ucapan terima kasih atau perhatian dari suami pun belum tentu mereka dapatkan.

Suami tak punya anggaran untuk menggaji istrinya sebagai manajer rumah tangganya? Tak mengapa, jika sang istri mengikhlaskannya. Namun setidaknya, imbalan berupa perhatian, dorongan kepada istri untuk mengembangkan diri, serta upaya memenuhi fasilitas pengembangan diri istri itu bisa diberikan.

Bukankah untuk bisa mencapai kesuksesan, para manajer rumah tangga ini memerlukan ilmu pengetahuan yang mumpuni. Jika sekedar kursus manajemen keuangan dalam perusahaan saja biayanya jutaan rupiah, perlu waktu lama dan ilmu yang luas.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s